info penting materi dan soal-soal fisika

Modul Penyusunan Soal HOTS SMA

Penilaian HOTS tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran HOTS. Tugas guru bukan hanya melakukan penilaian HOTS, melainkan juga harus mampu melaksanakan pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk memiliki ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih efektif. Prinsip umum untuk menilai berpikir tingkat tinggi adalah sebagai berikut. 1) Menentukan secara tepat dan jelas apa yang akan dinilai. ; 2) Merencanakan tugas yang menuntut siswa untuk menunjukkan pengetahuan atau keterampilan yang mereka miliki dan 3) Menentukan langkah apa yang akan diambil sebagai bukti peningkatan pengetahuan dan kecakapan siswa yang telah ditunjukan dalam proses. Penilaian berpikir tingkat tinggi meliputi 3 prinsip : 1) Menyajikan stimulus bagi siswa untuk dipikirkan, biasanya dalam bentuk pengantar teks, visual, skenario, wacana, atau masalah (kasus). ; 2) Menggunakan permasalahan baru bagi siswa, belum dibahas di kelas, dan bukan pertanyaan hanya untuk proses mengingat dan 3) Membedakan antara tingkat kesulitan soal (mudah, sedang, atau sulit) dan level kognitif (berpikir tingkat rendah dan berpikir tingkat tinggi). Soal-soal HOTS merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, yaitu keterampilan berpikir yang tidak sekadar mengingat (remembering), memahami (understanding), atau menerapkan (applying). Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur keterampilan 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan mengintegrasikan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah (problem solving), dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Dengan demikian soal-soal HOTS menguji ketrampilan berpikir menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuan : mengingat (remembering-C1), memahami (understanding-C2), menerapkan (applying-C3), menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mencipta (creating-C6). Soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mencipta (creating-C6). Kata kerja operasional (KKO) yang ada pada pengelompokkan Taksonomi Bloom menggambarkan proses berpikir, bukanlah kata kerja pada soal. Ketiga kemampuan berpikir tinggi ini (analyzing, evaluating, dan creating) menjadi penting dalam menyelesaikan masalah, transfer pembelajaran (transfer of learning)dan kreativitas. Berikut keseluruhan modul penyusunan soal

Pendidikan Agama Islam [klik]
Pendidikan Agama Kristen [klik]
Pendidikan Agama Katolik [klik]
Pendidikan Agama Hindu [klik]
Pendidikan Agama Konghucu [klik]
PPKn [klik]
Bahasa Indonesia [klik]
Sejarah Indonesia [klik]
Bahasa Inggris [klik]
Seni Budaya [klik]
PJOK [klik]
PKWU [klik]
Matematika [klik]
Fisika [klik]
Biologi [klik]
Kimia [klik]
Geografi [klik]
Ekonomi [klik]
Sejarah [klik]
Sosiologi [klik]
Bahasa dan Sastra Indonesia [klik]
Bahasa dan Sastra Inggris [klik]
Bahasa dan Sastra Arab [klik]
Bahasa dan Sastra Mandarin [klik]
Bahasa dan Sastra Jepang [klik]
Bahasa dan Sastra Korea [klik]
Bahasa dan Sastra Jerman [klik]
Bahasa dan Sastra Perancis [klik]
Antropologi [klik]
Selamat membaca, semoga banyak manfaat bagi kita semua

Baca juga :


Share:

No comments:

Post a Comment

VIDEO UPDATE

Kerinci, Jambi Indonesia

Waktu di Kerinci:

Popular Posts

Blog Archive

PERANGKAT-BAHAN AJAR+VIDEO KBM